“Makanan dalam Sejarah, Sejarah dalam Makanan” Mengolah Makanan sebagai sebuah Kajian Historiografi

Sejarah makanan (histoire de l’alimentation) merupakan genre studi sejarah yang mulai populer dikembangkan di Prancis pada dasawarsa 1970-an. Perkembangannya sendiri tidak dapat dipisahkan dari pemikiran dan karya-karya Jean-Louis Flandrin (1931 – 2001), sejarawan yang oleh para pengkajinya dikenal sebagai penganut aliran Annales.

Secara metodologis, sejarah makanan merupakan pengembangan dari pemikiran para sejarawan Annales generasi sebelumnya, seperti Bloch, Febvre, dan Braudel. Jika pada dasarnya Annales menekankan pada struktur sejarah yang dibangun melalui hubungan antaraspek geografi, politik, sosial, ekonomi dan lingkungan dalam kurun waktu panjang, maka dalam studi sejarah makanan, hubungan itu menjadi lebih renik dikhususkan penekanannya melalui pola-pola hubungan manusia dengan makanan.

Para penekun studi sejarah makanan memandang makanan sebagai bagian dari kebutuhan paling intim dari keseharian hidup manusia yang tidak dapat dilepaskan pertautannya dengan berbagai aspek. Makanan dianggap dapat membuka banyak kemungkinan fakta dari masa lalu yang luput dari perhatian narasi sejarah besar.

Makalah ini membahas seputar awal dan perkembangan pemikiran historiografi di balik studi sejarah makanan. Mengingat studi sejarah makanan telah menjalar pengaruhnya di beberapa negara, maka makalah ini membahas bagaimana prospek dan tantangannya di Indonesia yang memiliki kekayaan khasanah kulinernya, namun secara historiografis, studi sejarahnya justru masih belum begitu banyak diperhatikan.    

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *